Dalam mendidik anak, diperlukan beberapa tips dan trik yang
seringkali dilupakan oleh orangtua. Padahal, kalo mau ditelusuri,
kelihatan sepele loh (walopun pada prakteknya juga susah dijalanin ^^)
Nah.., apa sajakah tips-tips dasar seputar Parenting ? Yuuuks, kita pelajari bersama :
1.
Pengasuhan anak yang benar
Sebelum mengasuh/mendidik anak untuk menjadi baik, ahsan Orangtua pun
harus mau berubah untuk menjadi lebih baik. Mengapa ? Karena
orangtua-lah yang akan menjadi contoh bagi anak-anaknya. Jadi, teladan
itu tak berupa perintah lisan, akan tetapi langsung pada perilaku
orangtua.
2.
Anak adalah Anugerah
Ketidaksabaran dalam membimbing anak seringkali membuat orangtua
mempraktekkan cara-cara singkat, seperti memarahi, mamukul, membentak,
dll. Padahal itu semua hanya akan membuat anak tidak merasa dekat dengan
orangtua. Selain itu, juga bisa mengganggu sisi kejiwaan anak. Nggak
mau kan ?
Anak adalah Anugerah, jadikan hal ini motivasi utama kita untuk
melaksanakan Parenting. Dan sudah kewajiban kita lah -sebagai orangtua-
untuk mendidiknya dengan baik.
3.
Redam kemarahan
Siapapun tidak akan bisa mendapatkan solusi terbaik jika sedang dalam keadaan marah,
right?
Marah atau membentak, tidak akan bermanfaat untuk pendidikan anak, hal
ini justru akan menghambat perkembangan kecerdasan anak. Maka,
kendalikanlah kemarahan anda atau hindari menunjukkan sikap-sikap
emosional kita di hadapan mereka. Dengan cara ini, mengubah perilaku
buruk anak akan menjadi lebih mudah.
4.
Empati mendengarkan
Ketika kita ingin mendidik anak dalam setiap kejadian, saat itu juga
kita akan menanamkan satu nilai didalamnya. Untuk menanamkan nilai yang
sempurna, tentunya kita harus paham dulu alur berpikir anak, atau alasan
tindakan anak kita.
Hal ini bisa kita lakukan apabila kita mendengarkan dulu apa yang ada
dalam pikiran anak. Mendengarkan, kadang merupakan hal remeh, namun
mempunyai efek yang sangat besar bagi perkembangan jiwa anak.
Anak yang didorong untuk mengungkapkan perasaannya dan didengarkan,
akan merasa dihargai sehingga dapat menjadi anak yang percaya diri.
5.
Notifikasi pembicaraan dan tindakan
Anak, memiliki kemampuan merekam semua informasi yang didapatkan
dengan sangat baik. Maka, mulailah untuk selalu berpikir dulu dan
mencatat semua pembicaraan yang akan kita sampaikan dan tindakan yang
akan dilakukan. Karena kalo tidak begitu, bisa dipastikan anak anda akan
cepat meniru ucapan/perilaku buruk anda.
Apa sajakah yang harus kita notifikasi pada anak-anak kita… ?
- Pemilihan kata ; Memperbanyak kata-kata yang menunjukkan rasa cinta kepada anak-anak kita, dan usahakan untuk tidak berbohong.
- Berikan pemahaman akan perilaku baik dan perilaku buruk.
- Kenalkan konsekuensi positif untuk perilaku baik, berupa reward. Reward
disini berlaku untuk pembentukan perilaku awal (tidak selamanya),
karena anak masih belum paham terhadap alasan melakukan sesuatu. Dan
motivasi harus pelan-pelan ditanamkan untuk mengurangi ketergantungan
pada reward.
- Kenalkan pula konsekuensi negatif untuk perilaku buruk berupa punishment.
Tapi, pemberian hukuman ini harus diterapkan dengan bijak, tanpa luapan
emosi dari orangtua, dan bukan berupa hukuman fisik. Cara menerapkan punishment
ini adalah kita harus meredam emosi terlebih dahulu, kemudian kita
dengarkan dulu alasan perilaku mereka. Setelah itu kita beri teguran.
Bila si anak menolak memperbaiki perilakunya, maka kita sampaikan akan
ada konsekuensi hukuman. Bentuk hukuman pada anak juga harus memiliki
kriteria yaitu, dapat dikerjakan oleh anak, tidak berbahaya, dan
bersifat mendidik.
- Biasakan mereka untuk mengatakan kata-kata “maaf”, “tolong”,
“terimakasih”. Selain itu, hindarilah kata-kata “jangan” dan “tidak
boleh”.
6.
Tanamkan Energi Positif
Energi positif adalah hal-hal positif yang bisa mewarnai pikiran dan
perasaan. Respon yang membangun kepercayaan diri, akan lebih memacu
semangat anak dengan lebih positif dibanding memberi tekanan yang malah
membuat mereka tertekan.
7.
Istiqomah
Kunci keberhasilah Parenting, salah satunya adalah menerapkan metode ini secara konsisten dalam mengasuh dan membimbing anak.
8.
Mengadakan Time Out
Penanganan emosi yang tepat adalah dengan teknik relaksasi. Hal ini
dapat berupa Time Out atau memberi ruang relaksasi bagi anak. Time Out
ini juga digunakan untuk menghentikan perilaku buruk yang harus di-stop
secepatnya.
Time Out ini merupakan cara yang efektif untuk meredam emosi anak
pada saat mengamuk, menangis keras, rewel, memukul-mukul,dsb (lebih
lanjut, bisa baca artikel yang berjudul
Bila si Kecil Mengamuk). Maka, kita juga harus menyelesaikannya dengan :
- Anak harus dilatih untuk menyampaikan kemarahan dan keinginannya
dengan cara yang benar, yakni menyampaikannya melalui kata-kata yang
jelas.
- Orangtua harus bijak untuk menghindari nada suara yang memancing
emosi lebih besar. Ingat, bahwa mereka akan belajar untuk menyampaikan
perasaannya. Maka, tanamkan dalam pikiran mereka bahwa kita
menyayanginya dan mau mendengarkan keluhannya.
Hmmm…., terlihat sepele ya, tapi benar-benar butuh kesabaran dan
ketelatenan untuk bisa menerapkan tips-tips diatas. Saat ini pun, saya
masih ber-proses untuk menjalani tips tadi, namun Alhamdulillah sedikit
demi sedikit mulai terlihat ada kemajuan pada anak-anak saya.
Saran saya sih, teruslah berusaha untuk menjadi orangtua yang terbaik
bagi anak (yakini bahwa kita bisa, karena kalau bukan kita, siapa lagi?
mbah-nya? hehe…). Asal kita mau, yakin, semangat, dan tidak lupa berdoa
tentunya, insyaAlloh akan tercipta hubungan yang erat antara kita
dengan anak-anak, yang dengan itu akan mudah untuk mengubah perilaku
buruk anak.
Okeh…, selamat mem-praktekkan bunda ^^
sumber bacaan : buku “Anak Saya Tidak Nakal, koq” karangan dr. Zulaehah Hidayati
copypastefrom-diarysalamah